Saat informasi BLT ramai dicari, modus penipuan juga sering ikut muncul. Biasanya, pelaku menyebarkan pesan melalui WhatsApp, Facebook, atau media sosial dengan judul yang menarik perhatian. Isi pesannya bisa berupa ajakan mengecek bantuan, mendaftar BLT, atau klaim pencairan uang tunai. Namun, di dalam pesan tersebut sering ada link yang meminta warga mengisi data pribadi. Masyarakat perlu berhati-hati. Jangan sembarangan memberikan NIK, nomor KK, foto KTP, nomor rekening, PIN, atau kode OTP kepada pihak yang tidak jelas. Data pribadi bisa disalahgunakan untuk penipuan. Bantuan resmi tidak meminta biaya pendaftaran atau biaya pencairan. Jika ada pihak yang meminta transfer uang agar bantuan cepat cair, itu patut dicurigai. Cara paling aman adalah mengecek informasi melalui kantor desa, kelurahan, dinas sosial, atau kanal resmi pemerintah. Jangan sampai niat mencari bantuan justru berujung kehilangan data pribadi.